Doa yang Ditanam Bersama Ari-Ari "Ada satu rahasia tentang kelahiran saya yang menjadi kompas hidup saya hingga hari ini. Saat saya lahir ke dunia, Bapak dan Ibu melakukan sebuah ritual sederhana namun sarat makna. Saat mengubur ari-ari saya, mereka tidak hanya menyertakan doa-doa keselamatan. Di dalam tanah itu, bersama bagian dari tubuh saya, mereka menyertakan selembar foto: Buya Hamka. Mereka tidak meminta saya menjadi peniru. Mereka menanam harapan. Harapan agar kelak, anak laki-lakinya ini memiliki 'nyali' sebesar beliau. Memiliki kejernihan hati seperti beliau. Dan memiliki daya tahan untuk tetap berdiri tegak meski diterpa badai fitnah maupun ujian zaman. Saya, Dadik Wahyu Chang, tentu bukan Buya Hamka. Zaman kami berbeda, medan juang kami tak sama. Beliau berjuang dengan pena dan mimbar di era kemerdekaan, saya berjuang dengan teknologi dan ekosistem kreatif di era digital. Namun, foto yang tertanam itu seolah menjadi kode genetik dala...
dadik wahyu adalah nama sederhana dari orang tua ku yang katanya dadik wahyu itu adalah tokoh cerita novel yg pernah di menangkan ayahku di salah satu majalah terkenal era 70 , (rupanya ayahku punya latar belakang menulis novel) yg menceritakan seseorang yg bersikukuh mempertahankan cinta diatas segalanya dan miskin kaya itu tidak ada yg ada hanya pemberani dan penakut.